Puasa Ramadan
Selama bulan Ramadan, penganut agama Islam akan berpuasa setiap hari sampai
Idul Fitri tiba. Ied artinya Hari Raya. Fithri berasal dari kata fathara
artinya 'memecah, mengakhiri". Ied al-Fithri artinya Hari Raya Mengakhiri
Puasa (Ramadan).
Hari terakhir dari bulan Ramadan dirayakan dengan sukacita oleh seluruh
muslim di dunia. Pada malam harinya (malam 1 Syawal), yang biasa disebut malam
kemenangan, mereka akan mengumandangkan takbir bersama-sama. Di Indonesia
sendiri ritual ini menjadi tontonan yang menarik karena biasanya para penduduk
(yang beragama Islam) akan mengumandangkan takbir sambil berpawai keliling kota
dan kampung, kadang-kadang dilengkapi dengan memukul beduk dan menyalakan
kembang api.
Esoknya tanggal 1 Syawal, yang dirayakan sebagai hari raya Idul Fitri, baik
laki-laki maupun perempuan muslim akan memadati masjid maupun lapangan tempat
akan dilakukannya Salat Ied. Salat dilakukan dua raka'at kemudian akan diakhiri
oleh dua khotbah mengenai Idul Fitri. Perayaan kemudian dilanjutkan dengan
acara saling memberi ma'af di antara para muslim, dan sekaligus mengakhiri
seluruh rangkaian aktivitas keagamaan khusus yang menyertai Ramadan.
Salat tarawih
Pada malam harinya, tepatnya setelah salat isya, Kaum Muslimin melanjutkan
ibadahnya dengan melaksanakan salat tarawih. Salat khusus yang hanya dilakukan
pada bulan Ramadan. Salat tarawih, walaupun dapat dilaksanakan dengan
sendiri-sendiri, umumnya dilakukan secara berjama'ah di masjid-masjid.
Terkadang sebelum pelaksanaan salat tarawih pada tempat-tempat tertentu,
diadakan ceramah singkat untuk membekali para jama'ah dalam menunaikan ibadah
pada bulan bersangkutan. Setelah melaksanakan sholat tarawih, biasanya langsung
di lanjutkan dengan sholat witir sebanyak 3 rakaat.
Turunnya Alquran
Pada bulan ini di Indonesia, tepatnya pada tanggal 17 Ramadhan, (terdapat
perbedaan pendapat para ulama mengenai tanggal pasti turunnya Alquran untuk
pertama kalinya[2]) diperingati juga sebagai hari turunnya ayat Alquran
(Nuzulul Quran) untuk pertama kalinya oleh sebagian muslim. Pada peristiwa
tersebut surat Al-'Alaq ayat 1 sampai 5 diturunkan pada saat Nabi Muhammad SAW
sedang berada di Gua Hira. Peringatan peristiwa ini biasanya dilakukan dengan
acara ceramah di masjid-masjid. Tetapi peringatan ini di anggap bidah, karena
Rasulullah tidak mengajarkan, Awal di peringati di Indonesia, ketika Presiden
Soekarno mendapat saran dari Hamka untuk memperingati setiap Nuzulul Quran,
karena bertepatan dengan tanggal Kemerdekaan Indonesia, sebagai rasa Syukur
kemerdekaan Indonesia.
Lailatul Qadar
Lailatul Qadar (malam ketetapan), adalah satu malam yang khusus terjadi di
bulan Ramadan. Malam ini dikatakan dalam Alquran pada surah Al-Qadr, lebih baik
daripada seribu bulan. Saat pasti berlangsungnya malam ini tidak diketahui
namun menurut beberapa riwayat, malam ini jatuh pada 10 malam terakhir pada
bulan Ramadan, tepatnya pada salah satu malam ganjil yakni malam ke-21, 23, 25,
27 atau ke-29. Sebagian muslim biasanya berusaha tidak melewatkan malam ini
dengan menjaga diri tetap terjaga pada malam-malam terakhir Ramadan sembari
beribadah sepanjang malam.[3]
Umrah
Ibadah umrah jika dilakukan pada bulan ini mempunyai nilai dan pahala yang
lebih bila dibandingkan dengan bulan yang lain. Dalam Hadis dikatakan
"Umrah di bulan Ramadan sebanding dengan haji atau haji bersamaku."
(HR: Bukhari dan Muslim).[4]
Zakat Fitrah
Zakat fitrah adalah zakat yang dikeluarkan khusus pada bulan Ramadan atau
paling lambat sebelum selesainya salat Idul Fitri. Setiap individu muslim yang
berkemampuan wajib membayar zakat jenis ini. Besarnya zakat fitrah yang harus
dikeluarkan per individu adalah satu sha' makanan pokok di daerah bersangkutan.
Jumlah ini bila dikonversikan kira-kira setara dengan 2,5 kilogram atau 3,5
liter beras. Penerima Zakat secara umum ditetapkan dalam 8 golongan (fakir,
miskin, amil, muallaf, hamba sahaya, gharimin, fisabilillah, ibnu sabil) namun
menurut beberapa ulama khusus untuk zakat fitrah mesti didahulukan kepada dua
golongan pertama yakni fakir dan miskin. Pendapat ini disandarkan dengan alasan
bahwa jumlah zakat yang sangat kecil sementara salah satu tujuannya
dikeluarkannya zakat fitrah adalah agar para fakir dan miskin dapat ikut
merayakan hari raya.
Idul Fitri
Akhir dari bulan Ramadan dirayakan dengan sukacita oleh seluruh muslim di
seluruh dunia. Pada malam harinya (malam 1 Syawal), yang biasa disebut malam
kemenangan, mereka akan mengumandangkan takbir bersama-sama. Di Indonesia
sendiri ritual ini menjadi tontonan yang menarik karena biasanya para penduduk
(yang beragama Islam) akan mengumandangkan takbir sambil berpawai keliling kota
dan kampung, kadang-kadang dilengkapi dengan memukul beduk dan menyalakan
kembang api.
Esoknya tanggal 1 Syawal, yang dirayakan sebagai hari raya Idul Fitri, baik
laki-laki maupun perempuan muslim akan memadati masjid maupun lapangan tempat
akan dilakukannya Salat Ied. Salat dilakukan dua raka'at kemudian akan diakhiri
oleh dua khotbah mengenai Idul Fitri. Perayaan kemudian dilanjutkan dengan
acara saling memberi maaf di antara para muslim, dan sekaligus mengakhiri
seluruh rangkaian aktivitas keagamaan khusus yang menyertai Ramadan.
Penentuan awal Ramadan
Kalender Hijriyah didasarkan pada revolusi bulan mengelilingi bumi dan awal
setiap bulan ditetapkan saat terjadinya hilal (bulan sabit). Metode penentuan
saat terjadinya hilal yang digunakan saat ini adalah metode penglihatan dengan
mata telanjang (dikenal dengan istilah rukyah) serta menggunakan metode
perhitungan astronomi (dikenal dengan istilah hisab). Majelis Ulama Indonesia
menggunakan kombinasi hisab dan rukyah untuk penentuan hilal. Nahdlatul Ulama
(NU) serta Kementerian Agama RI selaku Pemerintah RI menggunakan metode rukyah
sementara Muhammadiyah dan Persatuan Islam menggunakan hisab sebagai sandaran
penentuan hilal.[5] Perbedaan metode ini menyebabkan adanya kemungkinan
perbedaan hasil penetapan kapan awal dan berakhirnya Ramadan sebagaimana sempat
terjadi pada tahun 1998 (1418 H).
No comments:
Post a Comment